Tugas
Kelompok 3 :
1. Anas
Wafiq
2. Desi
Aprina
3. Dori
Dwi Prayoga
4. Estia
5. Retno
6. Desi
Mulya
Dosen : Widya Wati, M.Pd.
A. PENDAHULUAN
Dalam beberapa abad,
para ilmuwan Fisika klasik menganggap bahwa semua fenomena di alam dapat
dijelaskan dengan mekanika Newton dan teori Gelombang Elektromagnetik dari
Maxwell. Namun, ada beberapa fenomena yang tidak bisa dijelaskan oleh fisika
klasik, diantaranya tentang radiasi benda hitam. Dimana benda hitam adalah
benda yang dapat menghisap seluruh foton/cahaya yang datang.
Beberapa fenomena
radiasi benda hitam mendorong para ilmuwan untuk mempelajarinya. Salah satu
karakteristik radiasi benda hitam yang dipelajari oleh para ilmuwan adalah
tentang bagaimana menemukan persamaan yang dapat digunakan untuk memprediksi
atau menentukan intensitas radiasi pada panjang gelombang tertentu dari sebuah
benda yang memancarkan radiasi pada suhu tertentu.
Dari sekian
banyak ilmuwan yang mempelajari tentang radiasi adalah Joseph
Stefan(1879) dan Ludwig Boltzman (1884). Kedua ilmuwan ini berhasil
menemukan hubungan antara intensitas total dan daya yang dipancarkan suatu
benda hitam dengan suhu dari benda tersebut.
B. PERSAMAAN
STEFAN-BOLTZMAN
1. Persamaan
Stefan-Boltzman tentang Radiasi Benda Hitam
Dalam
mempelajari karakteristik dari radiasi benda hitam, Joseph Stefan pada
tahun 1879 menemukan hubungan antara intensitas dengan suhu benda yang
memancarkan radiasi. Stefan menemukan bahwa: “daya total per satuan
luasyang dipancarkan pada semua frekuensi oleh suatu benda hitam panas (Itotal)
adalah sebanding dengan pangkat empat dari suhu mutlaknya”.
Selanjutnya, lima tahun
setelahnya, sekitar tahun 1884. Ludwig Boltzmanmenurunkan kembali
persamaan Stefan dengan analisis termodinamika dan teori gelombang
elektromagnetik. Hasil yang diperoleh ini selanjutnya dikenal
sebagai hukum Stefan-Boltzman yang berbunyi:
“ energy yang
dipancarkan oleh suatu permukaan benda dalam bentuk radiasi kalor persatuan
waktu sebanding dengan luas permukaan dan sebanding dengan pangkat empat suhu
mutlak permukaan itu “.
Jika luas seluruh
permukaan benda diketahui, energi per satuan waktu atau daya yang dipancarkan
oleh benda tersebut dapat dihitung dengan persamaan berikut.
P = I A = e s T4 A
Dengan: P adalah daya
(satuannya Watt), e adalah koefisien emisivitas bahan, nilainya
antara 0-1 ( 1 untuk benda hitam sempurna), sadalah konstanta
Stefan-Boltzman nilainya s=5,67 x 10-8 W m-2 K-4,A
adalahluaspermukaanbendadengansatuanm2.
2. Persamaan
Stefan-Boltzman tentang Energi Radiasi
Energy total yang
dipancarkan oleh benda hitam dapat dihitung dengan mengintegralkan persamaan
energi radiasi fungsi panjang gelombang dari panjang gelombang nol sampai tak
berhingga, yaitu :
misalkan y =
hc/ λkT sehingga
Dengan
syarat batas berlaku y, saat λ = 0 maka y = ~ dansaat λ = ~ maka y = 0.
Sehingga
C. KESIMPULAN
· Joseph
Stefan pada tahun 1879 menemukan hubungan antara intensitas dengan suhu
benda yang memancarkan radiasi. Stefan menemukan bahwa: “daya total per
satuan luas yang dipancarkan pada semua frekuensi oleh suatu benda hitam
panas (Itotal) adalah sebanding dengan pangkat empat dari suhu
mutlaknya”.
· Ludwig
Boltzman menurunkan kembali persamaan Stefan dengan analisis termodinamika
dan teori gelombang elektromagnetik. Hasil yang diperoleh ini selanjutnya
dikenal sebagai hukum Stefan-Boltzman yang berbunyi:“ energy
yang dipancarkan oleh suatu permukaan benda dalam bentuk radiasi kalor
persatuan waktu sebanding dengan luas permukaan dan sebanding dengan pangkat
empat suhu mutlak permukaan itu “.
I = e.σ.T4
P = e s T4 A
DAFTAR PUSTAKA
Efrizon, Umar. 2007. Fisika
dan Kecakapan Hidup. Jakarta: Ganeca Exacta.
Hallyday, David.1977. Fisika
Jilid 2 (Terjemahan Pantur Silaban). Jakarta: Erlangga.
Kangenan, Marthen.
2007. Fisika Untuk SMA Kelas XII. Jakarta: Erlangga.
Sinaga, Parlindunngan.
2011. Diktat Perkuliahan Fisika Modern. Bandung: Jurusan Pendidikan Fisika
FPMIPA UPI.
Sutopo.2004.Pengantar
FisikaKuantum.IMSTEP : JICA
widya57physicsedu.wordpress.comwidya57physicsedu.wordpress.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar